Selasa, 06 Januari 2015

Resolusi 2015 (Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) “Kita yang Menyerbu atau Kita yang Diserbu”)

Selamat Tahun Baru 2015
                Tahun 2015 memang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, akan tetapi euforia Tahun Baru masih berasa bagi beberapa masyarakat Indonesia. Seperti tahun baru-tahun baru sebelumnya, tahun baru 2015 juga disambut dengan meriahnya pesta hampir diseluruh penjuru Tanah Air. Tahun 2014 yanng begitu penuh dengan warna-warni kehidupan telah lewat. Tahun yang disebut sebagai Tahun politik ini telah berlalu meninggalkan kita dengan begitu banyak cerita.  Kesedihan dan kebahagiaan seakan-akan silih berganti menghiasi Negeri ini. Pada tulisan ini saya hanya ingin mencoba mereview Tahun 2014 serta mencoba untuk beresolusi di Tahun 2015.

Minggu, 07 Desember 2014

Harga BBM dan Dongeng Marhaen Dua Setengah Sen

SELASA, 18 November 2014, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengemukakan bahwa pemberian uang Rp200 ribu kepada 15,6 juta keluarga miskin sudah cukup untuk menutupi pelemahan daya beli mereka. Menurut Andrinof, angka inflasi yang dialami rakyat miskin mencapai 4,4 persen, atau Rp150 ribu per bulan. Tanpa ragu Menteri Andrinof menyampaikan bahwa dengan duit Rp 200 ribu itu, “Kami bahkan memberikan lebih.” Terus terang saya terhenyak membaca pernyataan itu.

Minggu, 09 November 2014

“DENGAN SEMANGAT PERLAWANAN, KITA KEMBALIKAN KEDAULATAN MAHASISWA UNTUK MENJADI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”

Setiap tahun setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Sebuah hari dimana kita kembali merefleksikan perjuangan-perjuangan pahlawan kita yang telah gugur di medan perang dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Upacara bendera, karnaval-karnaval dengan kostum kepahlawanan serta berbagai perayaan lain menjadi rutinitas Bangsa ini untuk memperingati Hari Pahlawan. Apakah hanya sampai disitu? Apakah hanya dengan berdiri berbaris rapi untuk Upacara Bendera, ataukah hanya dengan memakai kostum-kostum yang mirip dengan pahlawan saja bentuk refleksi kita terhadap perjuangan para Pahlawan? Jika kita adalah anak TK, SD, SMP, maupun SMA memang pantas melakukannya. Tapi sebagai mahasiswa, apakah hanya sebatas itu kita memaknai Hari Pahlawan?? Tentu sebagai Mahasiswa yang notabene memiliki tingkat intelektual yang lebih tinggi dari masyarakat lain yang tidak memiliki kesempatan belajar yang lebih tinggi seperti kita, harusnya Mahasiswa mampu memaknai Hari Pahlawan lebih dari sekaar apa yang dilakukan orang lain.