Telah kita ketahui bersama bahwa
dalam kaum marhaen, buruh merupakan salah satunya. Dalam tulisan ini saya akan
menulis tentang mengapa buruh harus berserikat? Mengapa buruh begitu penting
peranannya dalam perjungan melawan kapitalisme dan imperialisme? Dan pandangan
kita yang seharusnya terhadap kaum buruh?
Pertama,
saya akan menjawab pertanyaan mengapa buruh harus berserikat? Dalam kehidupan
di negara manapun baik itu negara yang berkembang maupun yang sudah maju,
jumlah dari kaum buruh tidaklah sedikit. Mereka hampir mendominasi masyarakat
kelas menengah kebawah. Tidak terkecuali di Indonesia kita tercinta ini. Jumlah
kaum buruh mungkin mencapai 50% dari jumlah penduduk negara kita. Dengan jumlah
sebesar itu, alangkah baiknya jika mereka berkumpul dan bersatu dalam satu
wadah, dalam satu barisan, dalam satu serikat, yaitu serikat buruh. Dari
penjelasan tersebut, akan muncul lagi pertanyaan untuk apa mereka berserikat?
Ya tentu saja untuk meperjuangkan hak-hak mereka yang kian hari kian terampas
dan terjerat karena kian maraknya kapitalisme di Bumi Pertiwi. Jika mereka
memperjuangkan hak-hak mereka sendiri-sendiri kan sangat tidak efisien. Tapi
ketika kaum buruh ini bersatu dalam satu bendera, dalam satu barisan, dalam
satu rasa, dalam satu tujuan, dalam satu serikat, yaitu serikat buruh Indonesia
alangkah bergetarnya hati para kapitalis, alangkah takutnya mereka menghadapi
gelombang ini.