Minggu, 05 Juli 2015

Lembaga Pers Riwayatnya Kini...........

Akhir-akhir ini Media di Indonesia disibukkan dengan berita-berita kriminal. Mulai dari kasus pembunuhan Angeline, pembunuhan Pria di tong sampah, hingga kasus perampokan berdarah yang terjadi di Jakarta. Paska reformasi Tahun 1998, banyak sekali media massa yang muncul di Indonesia. Kebebasan pers yang merupakan salah satu agenda reformasi selain pemilihan Presiden secara langsung oleh Rakyat dan pemberantasan KKN, berdampak besar bagi dunia pers Indonesia. Mungkin saat ini sudah ada ratusan lembaga pers resmi yang berbentuk media cetak, elektronik, maupun online. Dilindungi oleh undang-undang No 40 Tahun 1999, insan pers menemukan sebuah oase dari padang pasir Orde Baru yang dengan terang-terangan merenggut kemerdekaan mereka.

Selasa, 06 Januari 2015

Resolusi 2015 (Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) “Kita yang Menyerbu atau Kita yang Diserbu”)

Selamat Tahun Baru 2015
                Tahun 2015 memang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, akan tetapi euforia Tahun Baru masih berasa bagi beberapa masyarakat Indonesia. Seperti tahun baru-tahun baru sebelumnya, tahun baru 2015 juga disambut dengan meriahnya pesta hampir diseluruh penjuru Tanah Air. Tahun 2014 yanng begitu penuh dengan warna-warni kehidupan telah lewat. Tahun yang disebut sebagai Tahun politik ini telah berlalu meninggalkan kita dengan begitu banyak cerita.  Kesedihan dan kebahagiaan seakan-akan silih berganti menghiasi Negeri ini. Pada tulisan ini saya hanya ingin mencoba mereview Tahun 2014 serta mencoba untuk beresolusi di Tahun 2015.

Minggu, 07 Desember 2014

Harga BBM dan Dongeng Marhaen Dua Setengah Sen

SELASA, 18 November 2014, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengemukakan bahwa pemberian uang Rp200 ribu kepada 15,6 juta keluarga miskin sudah cukup untuk menutupi pelemahan daya beli mereka. Menurut Andrinof, angka inflasi yang dialami rakyat miskin mencapai 4,4 persen, atau Rp150 ribu per bulan. Tanpa ragu Menteri Andrinof menyampaikan bahwa dengan duit Rp 200 ribu itu, “Kami bahkan memberikan lebih.” Terus terang saya terhenyak membaca pernyataan itu.