Sabtu, 22 Juli 2017

Political Spectrum: Antara bertahan di Kanan atau Berubah ke Kiri



Tidak jarang kita mendengar istilah kelompok “kanan” dan “kiri” dalam sebuah perbincangan politik. Istilah yang banyak digunakan dalam menggambarkan kekuatan politik ini sering kali disalah tafsirkan. Kiri menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Marxisme. Saking eratnya hubungan antara ”kiri” dan Marxisme, istilah “kiri” diartikan sebagai Marxisme itu sendiri. Begitu pula dengan “kanan” yang selalu dikaitkan dengan kekuatan politik yang didasarkan pada agama.

Agak berlebihan memang menganologikan kiri=marxisme dan kanan=agama. Meski ada benarnya, tapi perlu kita ketahui bahwa tidak semua kelompok “kiri’ adalah marxis dan tidak semua kelompok “kanan”adalah agamawan. Marxis hanyalah satu diantara beberapa kelompok yang bisa dikategorkan sebagai kelompok kiri. Begitu pula dengan agamawan yang hanya menjadi satu bagian dari berbagai macam kelompok kanan.


Senin, 29 Agustus 2016

Kongres Luar Biasa (KLB) GMNI, Medan 2016

Merdeka!!!! 

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau lebih dikenal dengan GMNI adalah sebuah organisasi gerakan mahasiswa yang berideologikan Marhaenisme ajaran Bung Karno. GMNI yang lahir pada 23 Maret 1954 di Surabaya ini, merupakan hasil fusi tiga organisasi gerakan mahasiswa yang sama-sama berideologikan Marhaenisme. Tiga organisasi tersebut adalah Gerakan Mahasiswa Marhaenis (Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Merdeka (Surabaya), Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia (Jakarta). 62 Tahun sudah GMNI mewarnai dinamika gerakan di Indonesia.

Selasa, 07 Juli 2015

Kemiskinan dan Ketidakberuntungan


Kemiskinan masih menjadi salah satu penyakit kronis di Negeri ini yang masih belum bisa disembuhkan. Hampir 70 Tahun Indonesia merdeka, kemiskinan masih tetap menggerogoti Bangsa ini. Berdasarkan data dari BPS, jumlah penduduk miskin baik di Desa maupun di Kota dari tahun ke tahun semakin menurun. Pada Tahun 1970, jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 70 Juta jiwa, sedangkan pada Tahun 2013 sekitar 29 Juta jiwa. dari data ini dapat kita lihat bahwa kemiskinan di Indonesia memang sudah menurun.
Dari berbagai macam teori tantang kemiskinan, permberdayaan adalah salah satu teori yang dianggap paling mutakhir untuk menyelesaikan masalah kemiskinan (Syakrani,2009). Menurut Ife (2002), pemberdayaan adalah proses peningkatan daya (power) individu atau kelompok yang tidak beruntung. Jadi, dengan pemberdayaan individu atau kelompok yang tidak beruntung bisa menjadi beruntung atau yang miskin menjadi tidak miskin.