Minggu, 06 Juli 2014

“Black Campaign” Kegagalan Pendidikan Politik di Indonesia

Pengatar
                9 Juli mendatang Indonesia kembali melaksanakan ritual 5 tahunannya. Ritual yang selalu diagung-agungkan sebagai pesta demokrasi ini akan menyuguhkan pertunjukan  yang sangat menarik. Sejak dipilih secara langsungoelh rakyat, memang Pilpres atau pemilihan Presiden tahun ini lebih menarik. Mengapa lebuh menarik? Tentu saja ini dikarenakan hanya ada dua pasangan calon saja yang mengikuti Pilpres. Berbeda dengan 2004 dan 2009 yang melibatkan lebih dari dua pasanagan calon. Dua pasangan calon dianggap lebih menarik karena akan ada head to head secara langsung. Pasangan calon akan berhadap-hadapan secara langsung bak pertandingan bulu tangkis ganda campuran.

Kamis, 12 Juni 2014

Negeriku I " Indonesia Negeri Revolusi"


                Revolusi adalah sebuah perubahan yang berlangsung dengan cepat. Berbeda dengan evolusi yang lebih banyak membutuhkan waktu, revolusi biasa dilakukan dengan hanya beberapa tahun. Ada pula yang menganggap bahwa revolusi dan reformasi sama. Pendapat ini didasari karena kedua-duanya berlangsung dengan cepat. Memang sama-sama berlangsung lebih cepat, akan tetapi reformasi lebih cenderung bersifat memperbaiki dari pada merubah. Reformasi hanya mengubah sebagian dari sistem, revolusi mengubah seluruh sistem yang ada dan menggantinya dengan sistem yang baru.
                Bukan revolusi seperti di buku yang akan saya bahas disini, akan tetapi semangat dari revolusilah yang akan saya bahas. Semangat revolusi yang saya maksud adalah sebuah usaha yang bertentangan dengan hal-hal yang dianggap wajar atau benar oleh kebanyakan orang.

Jumat, 02 Mei 2014

Cabut UKT dan Realisasikan 20% APBN untuk Pendidikan


                Ekspektasi akan terbangunnya Bangsa yan cerdas seperti amanat UUD 1945 dengan tatanan masyarakat yang maju secarea ekonomi, politik dan kebudayaan yang tercermin dalam penghidupan yang adil, sejahtera dan berdaulat, sampai saat ini belum bisa terwujud. Mengapa demikian? Pertanyaan ini sebenarnya hanya bisa dijawab oleh mereka yang kita sebut pemerintah. Pendidikan, itulah jawaban dari semuanya. Pendidikanlah yang mampu mewujudkan ekspektasi di atas. Hanya dengan pendidikanlah Bangsa yang cerdas dapat terwujud. Pendidikan yang seperti apa? Tentu saja pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Pendidikan yang seperti ini belumlah terjadi di Indonesia. Kita bisa melihatnya dengan sistem pendidikan di Indonesia yang memang ditujukan untuk mencari profit semata. Pendidikan di Indonesia sudah menjadi sebuah komoditi yang harus diperjual belikan.